• 26

    Jun

    Mendongeng Mendorong Kita Berpikir Kreatif

    Salah satu kegiatan di bulan Ramadhan adalah dengan mendongeng. Mendongeng biasanya dilakukan saat menunggu buka puasa bersama anak-anak. Di kampung saya, anak-anak lebih suka pergi ke masjid menunggu adzan Maghrib daripada di rumah masing-masing. Alasannya karena mendapat bingkisan dan bisa bermain dengan teman-teman lainnya. Dengan dasar inilah, daripada anak-anak ramai mengganggu pengajian maka panitia berinisiatif mengadakan “kumpul anak Ramadhan”. Kegiatan diisi dengan belajar iqra’, hafalan, dan dongeng anak sholeh. Ternyata mendongeng untuk anak-anak bukan hal gampang lho? Kita harus kreatif saat menyampaikan di depan anak. Gestur dan mimik muka juga harus mengundang anak agar tetap mendengarkan. Namanya juga anak-anak, mereka sering asyik sendiri dan mudah bosan
  • 24

    Dec

    Bank Syariah Tidak Bisa Mencairkan Cek Bank Luar negeri?

    Saya adalah nasabah bank syariah di Yogyakarta. Tidak ada masalah dengan rekening di bank syariah, tapi kepala mulai pusing setelah saya mendapatkan cek dari bank luar negeri. Cek dari RBS (Royal Bank Scotland) sebenarnya sudah dalam bentuk rupiah dan punya perwakilan di Jakarta. Mungkin jika pernah melihat lomba balap mobil Formula One sering melihat iklan bank ini. Butuh waktu sebulan cek ini sampai ke tangan saya, dia piknik dulu ke beberapa negara. Perwakilan bank RBS ada di Jakarta sedangkan saya ada di daerah. Saya gunakan mesin pencari bagaimana cara mencairkan cek ini di Yogyakarta dan menemukan beberapa tulisan, semuanya di bank konvensional. Kebetulan awal Desember 2014 saya membayar tagihan website di salah satu bank yang ada di artikel (pencairan cek di atas). Seusai transfer,
  • 13

    Dec

    Bekerja di Industri Digital: Yang Penting Bisa!

    Tadi sore saya berkenalan dengan seorang pria di sebuah workshop penulisan, sebut saja namanya Aris. Dia adalah seorang content writer sebuah startup digital di Yogyakarta. Awalnya kami hanya ngobrol dunia startup dan kepenulisan, tapi merembet ke startup tempat Aris bekerja. Dia baru join kurang lebih setengah tahun, separuh umur tempatnya bekerja. Sebagai content writer dia harus menyelesaikan empat tulisan perhari dengan minimal 300 kata. Semuanya dikerjakan di kantor pada jam kerja, hal yang super sekali jika dibandingkan dengan saya. Hal yang mengejutkan ketika saya tahu Aris hanya menggunakan ijazah SMA ketika mendaftar kerja, padahal salah satu syarat yang diinginkan perusahaan adalah minimal sarjana. Aku nekad daftar saja mas, sambil nunjukin tulisan-tulisanku di blog. Demikian ya
  • 5

    Dec

    Amburadulnya Berita di Media Satu Grup Korporasi

    Pagi tadi saya membaca Harian Tribun Jogja yang tertempel di dekat rumah. Selain berita lokal, hal menarik dari Harian Tribun Jogja adalah rubrik Teknologi. Menarik bukan dari beritanya yang up to date, tapi karena ingin membandingkannya dengan Tekno Kompas. Hampir setahun ini RT di wilayah saya berlangganan Tribun Jogja, selama itu pula rubrik Teknologi koran Tribun 99% copy paste dari Tekno Kompas. Judul yang menarik hari ini adalah “Line Tutup Banyak Aplikasi Games”. Judul Rubrik Tribun Jogja 5/12/2014. Biasanya sebelum naik cetak, Tribun Jogja sudah mempublikasikannya di website (Tribunnews). Benar juga setelah saya cari ternyata sudah publish tanggal 1 Desember 2014 dengan judul “Line Tutup Beberapa Layanan Game”. Semua kalimat yang digunakan sama persis,
  • 5

    Dec

    Transformasi Usaha Penjual Gorengan

    Sekitar sebulan lalu, alangkah kagetnya saya ketika tidak lagi melihat lapak gorengan Pak Bakwan di salah satu jalan kota Jogja. Saya jadi bertanya dalam hati, apakah Pak Bakwan sudah tak berjualan lagi, atau tempatnya digantikan orang lain? Di tempat yang biasa untuk jualan gorengan tersebut sudah ganti dengan jualan siomay. Saya hanya lewat dan tidak bermaksud beli gorengan, sehingga saya tidak memperhatikan siapa yang jualan siomay. Beberapa pedagang kaki lima memang berjualan di tanah kosong tepi jalan. mereka tidak berjualan di atas trotoar, jadi mereka tidak mengganggu pengguna jalan maupun pejalan kaki. Saat tadi malam saya membeli bubur kacang ijo, yang lapaknya 20 meter dari lapak penjual siomay baru saya tahu bahwa yang jualan siomay adalah Pak Bakwan. Kenapa dia mentransformasi

Author

Follow Me

Recent Post

Recent Comments