Komunitas Trending Topic Meningkatkan Popularitas Slondag?

20 Nov 2017

Dua tahun lalu di Minusland, salah satu negara perairan di ujung dunia berdiri sebuah komunitas pembuat trending topic media sosial, di bawah organisasi bernama The Hands. Masyarakat di negara penghasil micin terbesar di dunia ini tengah gandrung dengan media sosial, semua sendi kehidupan seperti tak lepas darinya. Mulai dari jual-beli, kirim pesan dan suara, serta berita melibatkan media sosial. Masyarakat pun lebih percaya media sosial sebagai acuan, yang menyebabkan media mainstream ikut-ikutan dengan mengangkat 80% berita bersumber dari media sosial.

Melihat potensi dan kecenderungan warga tersebut, The Hands tergerak mendirikan komunitas trending topic yang tersebar di hampir seluruh negara bagian. Awalnya para warganet antusias mendaftar menjadi anggota komunitas karena mengusung tujuan mulia, memperkenalkan potensi lokal tiap negara bagian ke dunia internasional. Di tiap negara bagian, ratusan relawan siap mendukung gerakan trending topic nasional di negara yang beribukota di Sdareuutk tersebut.

Ilustrasi. (sumber: pixabay)

Setiap hari tim markom The Hands menyiapkan minimal 2 tema yang wajib menjadi trending topic, sukur-sukur menjadi trending topic dunia. Mereka bekerja siang malam untuk mewujudkan tujuan, berbagai perangkat pendeteksi kicauan disiapkan dengan anggaran negara. Tak ketinggalan dibentuk tim suporter untuk menyemangati relawan agar tetap semangat berkicau dan mempertahankan trending topic selama 30 menit.

Impresi dan engagement yang tercipta cukup memuaskan petinggi The Hands, tema yang mereka angkat menarik warganet untuk ingin tahu lebih lanjut dengan mengeklik hashtag dan ikut dalam konversasi mereka. Di tahun pertama hashtag yang diawali dengan TheHandsof selalu nangkring di urutan pertama trending topic Minusland. Relawan pun gembira follower mereka bertambah secara organik. Dengan komunitas ini pula, Minusland mulai dikenal sebagai negara pembuat trending topic di dunia.

Memasuki tahun kedua terjadi penurunan impresi, sehingga The Hands membuka lowongan relawan baru dengan iming-iming diajak menyelam di Laut Micin; laut indah di bagian timur Minusland. Markom menggunakan stratergi baru tidak lagi menggunakan hashtag TheHandsof, agar tidak terkesan monoton. Dengan tenaga baru diharapkan bisa menguasai trending topic setiap hari. Tiap negara bagian mendapat anggaran untuk membuat kelas bagi relawan dengan mata pelajaran “tips membuat trending topic dan mempertahankannya.”

Warganet sepertinya mulai bosan dengan trending topic yang dibuat komunitas trending topic, mereka mulai menjauhi dan unfollow anggota komunitas. Penyebab lainnya adalah semua kicauan anggota sama :), baik tulisan maupun sumber gambar. Salah satu pengurus komunitas di negara bagian Kioreru; Ifewfb Ubccoji bahkan mengecam Yohrek Puweb; tangan kanan The Hands, telah semena-mena terhadap anggota. Janji-janji manis disebar tapi tak pernah terealisir, mereka merasa dipaksa berkicau tiap hari dengan target trending topic tanpa ada imbal balik. Sebagian relawan merasa pengorbanan mereka tidak diapresiasi, dan di saat daya beli warga Minusland menurun, membeli kuota internet pun terasa berat.

The Hands seperti tak tersentuh, Ifewfb Ubccoji mengundurkan diri dari kepengurusan komunitas trending topic negara bagian Kioreru. Tapi bola panas terlanjur ditendang, rumor buruk komunitas ini mengemuka. Pengurus komunitas ini di pusat dan negara bagian lain pun tahu, pengurus di Kioreru yang bermain api untuk kepentingan di luar komunitas. Lucunya, pengurus komunitas trending topic Kioreru tak bisa disentuh pusat :).

Ubccoji berkomentar, komunitas ini seperti mengurung dirinya di dalam sangkar. Teman baiknya di internet meninggalkannya (baca: unfollow) karena kicauan berseri yang dilakukannya hampir tiga kali dalam sehari. Tidak ada interaksi dengan teman lama, interaksi hanya terjalin dengan teman satu komunitas dengan hashtag yang telah ditentukan. Dia harus memilih, ditinggalkan teman yang telah dikenalnya di kehidupan nyata dan internet atau berteman dengan orang baru yang hanya dikenalnya di komunitas. Akhirnya dia memilih teman lama.

Melihat fenomena komunitas trending topic, dosen komunikasi dunia lain di Universitas Nasional Sdareuutk, Dr. Pakarinov Yewfwei memiliki pandangan lain. Dia menduga pimpinan The Hands, Slondag Barhaman menggunakan komunitas trending topic untuk mempekuat personal branding untuk maju dalam pemilihan presiden Minusland dua tahun lagi. Yewfwei juga menilai ada kontrak eksklusif dengan media sosial yang digunakan bertujuan mendongkrak popularitas dan harga saham perusahaan yang terus menurun semenjak IPO.

Bola panas masih bergulir, segelintir anggota komunitas sudah terang-terangan menolak tugas dari The Hands karena menilai kewajiban keluarga lebih penting dari sekedar kebanggaan trending topic. Akankah branding dan elektabilitas Slondag Barhaman terus di jalur positif? Hanya waktu yang berbicara.

 

Sumber: The Daily Socmed


TAGS fiksi


-

Author

Follow Me

Recent Post

Recent Comments