Hangat Pijar Lampu Festival of Lights Kaliurang

13 Jan 2017

Untuk kedua kalinya Festival of Lights diadakan di Taman Gardu Pandang Turgo, Kaliurang, Yogyakarta. Mulai dibuka dari 8 Desember 2016, event ini berhasil menarik ribuan wisatawan. Mungkin total angka penjualan tiket bisa mencapai ratusan ribu lembar karena festival masih akan berlangsung hingga 29 Januari 2017. Tahun kedua, tema yang diangkat adalah Dragon Castle.
Salah satu pintu masuk.
Saya menggunakan 2 tiket bebas masuk yang saya dapatkan dari Disbudpar (mulai 2017 dipecah menjadi Dispar) Kabupaten Sleman. Harga tiket festival ini sendiri lebih murah daripada tiket bioskop, meski sudah ditambah bayar retribusi masuk kawasan wisata Kaliurang tetap lebih murah nonton Festival of Lights.
Masih sore.
Sengaja saya datang sebelum matahari terbenam, awalnya ingin melihat sunset dan bagaimana suasana gardu pandang Kaliurang. Keinginan pertama tidak tercapai karena di sisi barat terhalang bukit wkwkwk, saya dan teman pun menikmati senja di atas gardu pandang.
Sunset di selatan.
Selepas Maghrib kami berkeliling menyaksikan festival lampu. Perlu diketahui bahwa mushalla di Gardu Pandang Bukit Turgo ini tidak terawat dan kotor, sebaiknya jika ingin shalat di sini membawa perlengkapan sendiri dari rumah.
Mushalla.
Semakin malam, pengunjung semakin ramai. Spot foto semakin berkurang karena banyaknya orang yang datang. Banyak wisatawan yang melakukan swafoto di sini, saya hanya tersenyum saja, wajahnya bisa kelihatan di foto yah? Hahaha…
Atap gardu pandang terlihat dari kejauhan.
Ada pengunjung yang ketahuan pacaran, sewaktu kami potret mereka melarikan diri. Ada juga 2 pengunjung yang saling memanggil “yang”,, Peyang? Saya yakin mereka bukan pasangan yang sah, karena jika sudah jadi pasutri cara panggilnya bukan begitu… Buktikan sendiri.
Kamu ketahuan pacaran lagi.
Meskipun temanya naga, saya kok hanya melihat 1 naga, mungkin terlewatkan… Selain naga ada juga kuda poni, T-Rex, bunga, pohon, istana, masjid, rumah hantu, dan masih banyak lagi. Untuk mengambil gambar keseluruhan cukup sulit, terlalu banyak pohon yang menghalangi pandangan.
Naga dan Dremolen.
Dremolen (bianglala) seperti di pasar malam ada juga di festival, tapi tidak ada operator yang jaga. Karena masanya sudah lewat atau hanya dioperasikan saat weekend saja? Intinya, ketika saya ke Festival of Lights hari Selasa 10 Januari 2017, semua obyek diam tak bergerak.
Larangan pengunjung.
Sebagian lampu di festival juga padam, kemungkinan ada kabel yang disenggol pengunjung. Butuh agak lama menghidupkan lampu yang padam. Saya kurang tahu kenapa lama, sistem operasionalnya belum komputerisasi, mungkin harus dicari manual bagian mana yang putus.
Sebagian lampu istana mati.
Saya lihat ada beberapa pekerja memperbaiki lampu yang mati, selain kabel dan lampu disenggol pengunjung, wilayah Kaliurang sering diguyur hujan… mungkin saja terjadi konsleting. Ada juga sih lampu yang sudah masanya diganti.
Hari sudah muali gelap.
Saya tidak menjumpai patroli petugas berseragam, yang menurut saya penting baik dari segi keamanan ketertiban maupun pengecekan sarana prasarana. Pada tanggal 1 Januari 2017 Festival of Lights Kaliurang tidak dibuka karena genset tidak hidup, beritanya bisa dicari sendiri.
Masjid lampu.
Masih ada waktu buat anda mengunjungi festival ini, pesan saya adalah bawa jaket dan payung. Kabut dan hujan bisa datang sewaktu-waktu. Bisa juga dengan membawa perlengkapan lain seperti makanan dan minuman sendiri, meskipun ada warung tenda yang berdiri di sana.
Turgo hill.
Retribusi wisata Kaliurang Rp. 2.000/orang, anak-anak terkadang tidak dihitung. Retribusi motor Rp. 2.000.  Parkir motor di Gardu Pandang Turgo Rp. 2.000. Tiket masuk festival Rp. 15.000/orang pukul rata dewasa dan anak-anak.

Untuk hari libur nasional dan hari Jum’at-Ahad, harga yang dibayarkan lebih mahal.
Taman lampu.
Sebaiknya jangan ke Festival of Light sendiri, apalagi sendirian mengendarai motor. Karena pulangnya menakutkan hehehe…


TAGS wisata event


-

Author

Follow Me

Recent Post

Recent Comments