Jogja Selalu Macet Saat Liburan

2 Jan 2017

Hae-hae, bagaimana liburannya? Tentu menyenangkan. Alhamdulillah libur panjang ini saya manfaatkan dengan….menulis blog :) . Libur dari 6 November 2016 hingga 1 Januari 2017 membuat feeling saya membaik, dan siap menyongsong hari baru #cieeeh.

Mau cerita sedikit mengenai libur akhir tahun 2016. Biasanya saya hanya melakukan aktivitas sehari-hari, menghindari jalan menuju obyek wisata, dan lebih banyak di rumah ketika angka di kalender berwarna merah. Tapi di sore hari tahun baru, saya diajak teman sekeluarga menemani ke Kaliurang, melihat Festival of Light yang diadakan hingga 29 Januari 2017.

Berangkat dari Kentungan ringroad utara jam 17.38 WIB, kami sampai di gerbang Kaliurang jam 18.30 WIB. Kendaraan dikendarai santai, sama sekali tidak ngebut. Kami juga istirahat di masjid terakhir sebelum masuk gerbang Kaliurang untuk shalat Maghrib. Di gerbang alias Tempat Pungutan Retribusi, kami membayar sebagaimana mestinya. Dewasa Rp. 3.000, mobil Rp. 4.000, anak-anak tidak dihitung. Karena weekend maka harganya lebih mahal… Rp. 1.000.

Tujuan kami menuju gardu pandang Turgo, di sanalah Festival Lampion, Festival of Light berlangsung. Sempat nyasar (lagi-lagi nyasar) melalui Museum Ulen Sentanu yang jalannya lebih jauh, akhirnya sampai juga di TKP. Perjalanan tersendat karena jalan dialihkan menjadi 1 arah. Kemacetan juga terjadi karena ada mobil Timor KIA yang mogok di tengah jalan.

Kemacetan tersebut membuat saya keluar kendaraan untuk mengetahui kenyataan yang ada. Mobil mogok sudah teratasi, beberapa mobil memutuskan untuk berbalik arah, dan lautan manusia keluar dari wahana Lampion, ada apa? Usut punya usut Festival of Light ditutup karena genset mati! Pengunjung kecewa dan memutuskan langsung pulang.

Keadaan ini membuat arus dari Kaliurang ke Jogja macet, terutama di pertigaan dan perempaan lampu merah. Diperparah dengan mobil pengunjung beberapa restoran yang seenaknya parkir di pinggir jalan atas petunjuk tukang parkir.

Parah, benar-benar parah. Anak kecil pun mulai merengek karena lapar. Kami mencari rumah makan yang harganya tidak mahal dan enak. Kami tidak beruntung hari itu, rumah makan yang dituju tutup karena habis! Ujung-ujungnya kami makan di rumah makan lesehan dekat rumah.

Waktu yang ditempuh dari Kaliurang hingga Kentungan ringroad utara adalah 2 jam! #klenger. 1 Januari 2017 menjadi hari yang kurang menyenangkan bagi kami.

Jogja biasa macet saat libur panjang; baik libur semester, maupun cuti bersama. Titik kemacetan adalah jalan keluar-masuk obyek wisata, pusat kota, dan pusat oleh-oleh. Kemacetan ini juga menjadi harga-harga terkatrol naik, baik jasa maupun barang.

Lalu apa solusi mengurangi kemacetan? Tidak ada! Sampai sekarang tidak ada aturan pembatasan liburan maupun pembatasan kendaraan. Menurut saya, transportasi umum harus didorong sebagai transportasi yang nyaman dan menjamin masyarakat bisa sampa tujuan. Kaliurang sangat susah sekali dicapai dengan angkutan umum massal, demikian pula dengan tempat wisata dan pusat oleh-oleh. Solusi terbaik menurut saya agar tidak terjebak macet adalah tidak pergi kemana-mana saat liburan.

Ohiya, tentang matinya listrik di Festival of Light dimuat di Harian Jogja.


TAGS event traveling


-

Author

Follow Me

Recent Post

Recent Comments