Menyajikan Masakan Cumi Agar Tetap Bergizi dan Diminati

6 Nov 2016

Mengolah daging sapi dan daging kambing bagi saya relatif mudah, terutama pada hari raya Idul Adha. Yang paling mudah adalah dibakar atau sate; bisa dibakar dengan arang atau menggunakan wajan di atas kompor. Ikan juga hampir sama, bisa dibakar atau digoreng. Mengolah daging atau ikan menjadi masakan yang lezat butuh waktu, tenaga, dan biaya untuk membeli bumbu; dan itu cukup merepotkan bagi orang yang bekerja di luar bidang kuliner.

Saya tidak sempat memasak beraneka macam resep, mending beli saja. Tapi kali ini saya penasaran bagaimana cara mengolah makanan laut. Jauh-jauh saya meluangkan waktu dari Jogja ke Pantai Utara Jawa, untuk berguru bagaimana mengolah makanan laut. Kebetulan kerabat memiliki warung makan dan katering, sehingga bisa menimba ilmu dan pengalaman lebih dalam.

Sehari-hari warung makan ini menyajikan masakan rames khas Pantura. Untuk menu ikan ada ikan nila, bandeng, cumi-cumi, seafood nugget, dan lele. Cumi-cumi (selanjutnya hanya ditulis cumi) merupakan hewan lunak tanpa cangkang yang masuk ke dalam filum Mollusca. Binatang ini umumnya ditemukan di perairan dekat pantai. Ada beberapa ciri-ciri cumi segar yaitu:

1. Badannya kenyal dan kokoh saat ditekan.
2. Kepala cumi masih menempel erat pada tubuh (tidak menjulur keluar).
3. Badan dilapisi selaput lendir jernih.
4. Mengeluarkan bau khas dan bukan bau busuk.
5. Warna daging cumi berukuran kecil keunguan dan memiliki bintik-bintik hitam.
6. Warna daging cumi berukuran besar putih dan memiliki sedikit bintik hitam.

Kandungan gizi pada cumi cukup tinggi, yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Secara umum menyantap ikan dapat memperkuat tulang dan kuku, mengurangi resiko kelahiran prematur pada bayi, mengurangi resiko penyakit kronis, resiko penyakit kronis, mencegah kanker, dan lain-lain.

Kandungan Zat Gizi Zat per 100 gram BDD

Bag. dapat dimakan 100 gram
Energi 75 Kkal
Protein 16,1 gram
Lemak 0,7 gram
Karbohidrat 0,1 gram

Sumber: Direktorat Ikan Hasil Olahat, Ditjen P2HP 2007.

Mengolah cumi dengan benar
Menu cumi yang mudah mengolah, mengundang selera, dan disukai pelanggan warung ini adalah “Cumi bumbu saos”. Cumi tidak beli di pasar, tapi dari cumi beku 1,5 kg. Pemilihan cumi beku karena pertimbangan:
a. Sudah dipotong bersih.
b. Cumi pilihan.
c. Mendapat harga grosir.

Cumi beku.

Sebelum dimasak, cumi blok beku direndam air bersih semalam agar esnya mencair. Pagi harinya keluarkan cumi dari bungkusnya kemudian direndam dalam air panas selama beberapa saat. Fungsinya untuk menghilangkan kotoran yang menempel, serta mencegah cumi tidak berair ketika dimasak. Setelah itu cumi diangkat dan tiriskan supaya kering.

Cumi yang telah ditiriskan.

Sambil menunggu kering, siapkan bumbu-bumbunya.

Bumbu
Cukup simpel, hanya 3 macam bawang yaitu bawang bombai, bawang merah, dan bawang putih. Tergantung selera mau aromanya tajam atau hambar. Untuk 1,5 kg cumi ini, biasanya hanya separuh bawang bombai serta masing-masing 4 siung bawang merah dan bawang putih.
3 macam bawang.
Siapkan juga 3 bumbu lain yaitu saos tomat atau saos cabai (sesuai selera), gula pasir atau gula cair, dan garam.

Masak tumis
Ketiga bawang diiris tipis kemudian ditumis dengan sedikit minyak, hingga tercium bau harum semerbak bawang.

Setelah bau harum bawang tercium, campurkan cumi ke dalam wajan beserta 3 bumbu lain (gula pasir, saos, dan garam). Gula agar masakan berasa mantab, sedikit garam ditambahkan supaya masakan tidak hambar, dan saos disertakan agar menambah cita rasa. Kerabat sudah pernah mencoba memasak cumi tanpa saos, setelah dirasakan kurang enak dan tidak mengundang selera.

Karena saos sudah asin, maka penambahan garam hanya jika diperlukan saja.

Jika semua bahan dimasukkan, masaklah hingga cumi empuk dan tidak berbau amis. Cumi pun siap dihidangkan.
Cumi bumbu saos
Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memasak cumi ini?
- Cumi beku 1,5 kg Rp. 25.000
- Saos: Rp 10.000
- Bawang bombai Rp. 2.000/buah
- Bawang merah dan bawang putih Rp. 8.000/ons
- Bumbu lain Rp. 5.000

Dengan mengeluarkan biaya sekitar Rp. 55.000 kita bisa mendapatkan cumi yang bergizi dan menggugah selera makan, dengan olahan sederhana.

Referensi:
- kesmas.depkes.go.id
- Jangan Buang Tinta Hitam Cumi Karena Berkhasiat Lawan Sel Kanker


TAGS Jelajah Gizi Jelajah Gizi Minahasa Sarihusada Nutrisi untuk Bangsa


-

Author

Follow Me

Recent Post

Recent Comments