Tips Berkendara Sehat dan Nyaman

19 Aug 2016

Sebagian orang menggunakan kendaraan pribadi untuk aktivitas sehari-hari. Rutinitas ke tempat kerja, belanja, dan ke kampus adalah tujuan utama pengguna kendaraan pribadi. Selain ketiga tempat tersebut, kendaraan pribadi juga sering digunakan sebagai transportasi keluarga untuk liburan dan mudik saat lebaran.

Selain keamanan berkendara, sehat dan nyaman pun menjadi faktor penting yang harus diperhatikan mengingat terjadinya perubahan iklim dunia dan tingkat polusi yang semakin tinggi. Berikut ini adalah tips berkendara sehat dan nyaman.

1. Sehat fisik
Dua macam sehat fisik yang perlu diperhatikan adalah fisik pengendara dan fisik kendaraan itu sendiri.

Pengendara disarankan dalam kondisi sehat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Kecelakaan di jalan raya umumnya didasari oleh kondisi pengendara yang tidak fit atau mengantuk. Pastikan kondisi tubuh bugar dan cukup tidur sebelum berkendara.

Fisik kendaraan harus dicek secara berkala. Perhatikan kondisi mesin, gas, kopling, dan kemudi. Rem dan oli rem juga sangat krusial. Bila kondisi kendaraan terasa tidak seperti biasanya, segera bawa ke bengkel untuk pengecekan dan perbaikan. Selain itu air radiator tidak boleh sampai habis. Periksa tekanan ban sepekan sekali, isi dengan tekanan angin sesuai dengan standart yang telah ditentukan untuk ban kendaraan anda.

2. Sehat psikis
Ternyata kesehatan psikis juga mempengaruhi cara berkendara. Seorang pengendara yang memiliki beban pikiran cenderung kurang konsentrasi di jalan raya, sehingga beresiko mengalami insiden buruk. Di samping itu pengendara harus bisa mengendalikan emosi, terutama saat kemacetan atau bertemu pemakai jalan yang tidak menaati aturan lalu lintas. Saat emosi tersulut, berkendara menjadi kurang nyaman, terutama bagi para penumpang kendaraan kita.

3. Cara berkendara
Berkendara yang baik adalah taat pada aturan lalu lintas dan tidak membahayakan pengguna jalan lain. Mengemudikan kendaraan dengan ugal-ugalan bukanlah cara berkendara yang sehat dan nyaman bagi diri sendiri dan orang lain.

4. Posisi berkendara
Sesuaikan posisi berkendara sesuai postur tubuh, duduk senyaman mungkin dan aturlah jok serta posisi stir kemudi, pastikan pedal dapat dicapai dan mudah ditekan sesuai dengan tingkat yang dibutuhkan. Setelah mendapatkan posisi duduk yang nyaman, jangan ubah posisi jok, apalagi saat berkendara karena membahayakan keselamatan. Jangan lupa untuk selalu memakai sabuk pengaman sebagai standar keselamatan berkendara.

5. Menggunakan penyejuk udara
Pemanasan global telah meningkatkan suhu bumi. Kendaraan tanpa penyejuk udara sudah pasti membuat penumpang gerah, terutama ketika sedang berkendara di dataran rendah. Semua kendaraan keluaran terbaru sudah dibekali penyejuk udara untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.

6. Menggunakan filter kabin
Rupanya penyejuk udara di kendaraan saja tidak cukup, mengingat polusi udara semakin tidak terkontrol lagi. Saat di jalan, penyumbang polusi terbesar adalah asap kendaraan bermotor. Selain itu debu, bakteri, jamur, dan virus pun dapat masuk ke kabin kendaraan. Umumnya kendaraan keluaran terbaru sudah dibekali filter kabin (filter penyejuk udara) yang berfungsi menyaring partikel asing agar tidak masuk kabin kendaraan.

Sumber: mobilwow.com

Filter kabin dari pabrikan kendaraan rata-rata hanya mampu menyaring polusi asap dan partikel atau debu kasar. Namun tidak menyaring partikel halus di bawah 2,5 mikron. Sehingga debu halus, bakteri, jamur, dan virus pun masih bisa masuk ke dalam kabin, yang dapat menyebabkan kesehatan dan kenyamanan penumpang terganggu.

Sumber: Sakura Filter Indonesia - Tokopedia.Untuk menghambat partikel halus dan tidak mengganggu kenyamanan berkendara, gunakanlah Filter Sakura. Sakura Bio-Guard Cabin Air Filter; produk filter kabin terbaru dari Sakura Filter memiliki 3 lapis penyaringan, yaitu lapisan Bioguard, lapisan karbon, dan lapisan protektif.

Lapisan Bioguard melindungi dari virus, kuman, alergen, bakteri atau jamur. Lapisan ini juga melenyapkan partikel berbahaya tersebut, yang sebelumnya sudah ada dalam kabin sebelum Filter Sakura dipasang.

Lapisan karbon berfungsi untuk menghilangkan bau tak sedap dan mengurangi dampak polutan berbahaya.

Sedangkan lapisan protektif berfungsi menghilangkan partikel mikroskopis dan serbuk sari.

Selain menyaring partikel debu hingga <2,5 mikron, sehingga dapat menghentikan perkembangan virus, kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit dan mencegah alergi, pemilihan Sakura Bio-Guard Cabin Air Filter dengan pertimbangan:

a. Telah lolos uji laboratorium
Filter kabin Sakura telah melalui uji laboratorium yang memperlihatkan penggunaan Sakura Filter dapat mengurangi pencetus alergi dan polutan lain hingga 99%.

Sumber: sakurafilter.com

b. Memenuhi stardar
Selain SNI, produk Filter Sakura juga memenuhi standar SAE, JIS, dan DIN, untuk memenuhi standar efisiensi, masa pakai, getaran, hingga tekanan di mesin.

c. Common use
Artinya beberapa produk Filter Sakura bisa dipakai di beberapa merk dan tipe mobil, memudahkan pelanggan membeli produk Filter Sakura

d. Tahan lama
Masa pakai Sakura Bio-Guard Cabin Air Filter sampai jarak tempuh kendaraan 15.000 km atau sekitar satu tahun sejak pemasangan.

e. Dapat dipasang sendiri
Filter kabin Sakura dapat dipasang sendiri tanpa bantuan montir. Biasanya letak filter kabin berada di bawah dasbor kendaraan, beberapa tipe mobil membutuhkan obeng untuk membuka baud tempat filter. Tutorial penggantian filter kabin bisa dilihat pada video di bawah ini.


f. Mudah didapatkan
Berbagai produk FIlter Sakura mudah didapatkan di bengkel dan toko asesoris kendaraan bermotor, atau bisa via toko online resmi Filter Sakura.

Beberapa tips sehat dan nyaman berkendara dari blog ini semoga dapat membantu pengendara dan penumpang tetap sehat dan nyaman dalam berkendara.


TAGS otomotif lomba blog


-

Author

Follow Me

Recent Post

Recent Comments