Blogpost yang menarik untuk Konten Marketing

18 Nov 2015

Membuat tulisan di blog (blogpost) memang gampang, semua orang bisa melakukannya dengan konten bermacam-macam sesuai keinginan hati penulisnya. Namun untuk membuat blogpost yang baik untuk konten marketing, tak semudah yang dibayangkan. Sebelum membahas blogpost, kita kaji sedikit definisi konten marketing yang saya ambil dari blog Abang Edwin Syarif Agustin atau lebih dikenal dengan panggilan Bang Win,

Konten marketing:
pendekatan strategi pemasaran yang difokuskan pada pembuatan dan pendistribusian konten yang bernilai, relevan dan konsisten agar bisa menarik dan mempertahankan audiens yang sudah ditetapkan secara jelas, dan secara keseluruhan untuk mendorong tindakan pelanggan yang bisa menghasilkan keuntungan.

Jika boleh disederhanakan lagi, konten marketing adalah pemasaran dengan menggunakan konten. Berbeda marketing tradisional, konten marketing mengedepankan kreativitas menggaet pasar.

Penggunaan Blog sebagai konten Marketing
Contentmarketinginstitute.com menyatakan bahwa 80% pelaku B2B (Business to Business) di Amerika Utara menggunakan blog untuk memperluas pemasaran mereka.

Penggunaan konten marketing.

Dan ternyata blog cukup efektif menarik minat masyarakat, cukup berimbang dengan penayangan video. Apalagi biaya yang dikeluarkan untuk blog lebih murah daripada membuat video. Keunggulan blog adalah bisa disisipi grafis, video, serta ebook.

Blog salah satu cara efektif dalam konten marketing.

Blogpost yang menarik untuk konten marketing
Tidak ada rumus baku bagaimana sebuah blogpost bisa memenuhi syarat sebagai konten marketing. Yang perlu digaris bawahi adalah, blogpost tersebut harus menarik pembaca untuk membaca tulisan sampai akhir, yang terpenting pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami pembaca.

Beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan membuat blogpost untuk konten marketing adalah:

Tepat Sasaran
Blogpost yang ditulis ditujukan untuk siapa? Pemilihan bahasa, kata, dan cara penyampaian cukup menentukan apakah blogpost menarik dikunjungi. Misalkan segmen yang disasar adalah anak muda, laki dan perempuan berusia 18-25 tahun, berjiwa sporti dan gaul. Menyasar segmen ini, konten jangan 100% ilmiah dengan penggunaan kata yang susah dipahami. Blogpost seperti tulisan thesis atau skripsi tidak cocok menyasar segmen ini.

Fokus pada tema
Blogpost yang baik adalah fokus pada satu tema. Boleh saja ada sedikit intermeso namun dibatasi 1-2 paragraf, lebih dari itu tulisan sudah tidak fokus pada tema.

Ulasan tajam dan unik
Ulasan yang tajam menandakan penulisnya menguasai materi, hal ini berkaitan pula dengan kelengkapan data. Semakin banyak data yang dimiliki penulis, semakin mudah membuat tulisan yang tajam. Ulasan yang unik (anti mainstream) dengan pilihan sudut pandang berbeda dengan tulisan lain dengan tema yang sama, akan menarik pembaca membaca ulasannya sampai tuntas.

Tidak menipu
Bintang iklan televisi bisa berakting sakit X, setelah menggunakan obat Y bisa sembuh. Blogpost beda, jangan memaksakan menulis pernah sakit X dan sembuh dengan obat Y jika tidak benar-benar sakit. Menulislah dengan jujur. Saya pernah menjumpai blogpost seperti ini, bagaimana komentar yang masuk? Banyak yang mengucapkan semoga lekas sembuh, padahal penulis tersebut dalam keadaan sehat dan bugar.

Judul Menarik dan elegan
Judul menarik bukan berarti harus bombastis. Judul bombastis seperti di koran kuning memang menarik dibaca judulnya tapi belum tentu dibaca isinya. Judul maksimal 8 kata, kata sambung dan kata depan tidak masuk hitungan. Pembaca lebih tertarik dengan judul yang elegan dan menyejukkan, tidak menyuruh, mengancam, atau menakuti.

15 kata pertama yang menentukan
Sekitar 15 hingga 18 kata pertama merupakan kata kunci yang muncul di mesin pencari Google. Di 15 kata pertama sebaiknya berisi kata kunci pesan yang paling penting untuk disampaikan kepada pembaca.

Sisipan grafis atau video
Blogpost berisi tulisan saja akan membuat mata pembaca lelah. Sisipan gambar, infografis, atau video diantara 3 hingga 5 paragraf panjang membantu pembaca “cuci mata”. Apalagi bila sisipan ini bukan hanya pemanis, melainkan penunjang uraian blogpost.

Banyak komentar bukan berarti tulisannya bagus
Tidak semua orang yang meninggalkan komentar membaca tulisan sampai akhir, banyak yang hanya basa-basi dengan tujuan setor muka atau mendongkrak blog komentator dengan meninggalkan link.

Itulah gambaran bagaimana konten marketing yang baik dari sebuah blogpost. Anda punya pendapat lain? 

Gambar dari flickr

 


TAGS marketing trik panduan


-

Author

Follow Me

Recent Post

Recent Comments