Bus Domapan Menambah Ikon Wisata Kota Yogyakarta

8 Oct 2015

Taman Pintar menjadi saksi serah terima bus wisata Domapan dari Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah kepada Walikota Yogyakarta, Drs. Haryadi Suyuti pada hari Senin, 5 Oktober 2015. Bus wisata ini merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel, yang sudah diserahkan secara simbolis tahun lalu (baca beritanya di Solopos). Namun bus wisata ini baru terlihat wujud nyata tahun ini untuk menyambut HUT kota Yogyakarta ke 259 yang jatuh pada tanggal 7 Oktober 2015. Acara serah terima ini dihadiri para undangan dan awak media, meskipun masyarakat umum juga diperkenankan memeriahkannya.

Arti dan Makna Domapan
Domapan merupakan singkatan dari Doea Lima Delapan (258) menunjukkan bus wisata ini adalah kado HUT kota Yogyakarta ke 258 pada tahun 2014. Sedangkan makna Domapan yaitu “Podho Mapan” yang berarti sama-sama mapan atau maju. Harapannya, bus wisata Domapan ini bisa lebih memajukan pariwisata kota Yogyakarta.

HUT Kota Yogyakarta Meriah Bersama Domapan
Saya baru berkesempatan melihat dari dekat Domapan pada hari Rabu 7 Oktober 2015 di pelataran parkir sebuah restoran cepat saji di Jalan Jendral Sudirman Yogyakarta. Rencananya bus ini akan memeriahkan pawai HUT kota Yogyakarta yang akan dimulai jam 18.00 WIB.

Sisi kiri bus Domapan.

Melihat Domapan, sepintas mirip dengan (mantan) bus wisata Semarjawi di Semarang, tapi bagian depan Domapan tidak mancung. Melihat moncong Domapan saya malah teringat dengan bus perusahaan kecap yang sering saya lihat waktu kecil.

Menyambut HUT kota Yogyakarta ke 259 ini, bus Domapan dapat dinikmati (dinaiki) masyarakat umum secara gratis. Tapi hanya di jalur yang dilewati pawai bus dan saat berhenti (tidak sedang berjalan).

Spesifikasi Bus Domapan
Detailnya tidak saya ketahui, melihat kemudinya bus ini menggunakan mesin Hino, kapasitas angkut 30-40 orang dengan panjang bodi 7,47 m, tinggi 3,15 m, dan lebar 2,10 cm. Ukuran bus ini cukup sesuai dengan jalanan kota Yogyakarta yang sempit. Bus kota yang hampir punah dan bus Trans Jogja juga berukuran kecil agar dapat melayani masyarakat dengan optimal.

Lantai satu Domapan.

Bus ini didesain dua lantai, bagian atas dibuat terbuka tanpa atap sehingga penumpang di atas bisa leluasa menikmati keindahan kota Yogyakarta. Meskipun tanpa atap, saya sempat melihat ada terpal di depan yang bisa ditarik sewaktu-waktu jika hujan.

Lantai dua Domapan.

Melihat kursi besi penumpang bus Domapan, sepertinya penumpang akan cepat lelah duduk. Mengingat Yogyakarta adalah kota kecil, tidak butuh waktu lama berkeliling kota dengan bus Domapan, pantat tidak akan terlalu sakit duduk di kursi besi.

Sisi kanan bus Domapan.

Saya cukup puas bisa menikmati bus Domapan meskipun tidak sedang berjalan. Sensasinya tidak jauh berbeda dengan naik (dulu) bus Semarjawi, atau bus wisata yang lebih besar Werkudara di Surakarta.

Sisi belakang bus Domapan.

Sistem Sewa Bus Domapan
Menurut kabar, bus wisata Domapan akan dikelola oleh Paguyuban Lumbung Wisata, sedangkan Pemerintah Kota Yogyakarta hanya membantu dalam promosi. Untuk menggunakan Domapan, rencananya akan diterapkan sistem sewa dengan harga berkisar Rp. 1.500.000 per paket perjalanan. Jadi andai backpacker ingin naik bus ini harus ikut paket wisata atau membuat komunitas, misalnya saja Komunitas Blogger Blogdetik.

Bus Domapan setidaknya menambah satu ikon baru wisata Yogyakarta, setelah sebelumnya terkenal dengan kota Gudeg dan kota kecil bertabur hotel.

Referensi
- Bus Promosi Wisata “Domapan” Siap Antar Wisatawan Keliling Kota Jogja


TAGS wisata jogja domapan bus wisata travel


-

Author

Follow Me

Recent Post

Recent Comments