Pencairan Cek Tanpa Ribet di BNI

5 Aug 2015

Satu alasan utama saya menjadi nasabah BNI adalah mudahnya mencairkan cek dari Bank luar negeri. Pengalaman ini saya alami Desember 2014 ketika saya kebingungan mencairkan cek (cheque) yang dikeluarkan oleh bank dari Skotlandia (kemudian disebut dengan Bank X). Di antara bank-bank yang saya datangi, hanya BNI saja yang memberikan kemudahan dalam mencairkan cek.

Cek ini saya terima dari perusahaan di Kanada sebagai pembayaran hasil kerja online pada bulan November 2014. Inilah kali pertama saya melihat dan memegang cek, sekali pegang kok dari bank luar negeri yang hanya punya cabang di Jakarta, padahal saya tinggal di Yogyakarta. Jumlah uang yang akan saya terima tidak banyak hanya US$ 100, tapi di cek tersebut sudah dalam bentuk rupiah.

Mencari Bank yang Bisa Mencairkan Cek
Sebelumnya saya adalah nasabah sebuah bank lokal di Yogyakarta, hanya digunakan untuk menyimpan uang bukan untuk transaksi. Sayangnya bank ini tidak bisa mencairkan cek dari bank lain. Saya kurang paham dengan alasan yang disampaikan Customer Service (CS) karena menggunakan istilah perbankan.

Setelah itu, saya mulai “bergerilya” mencari bank yang bisa mencairkan cek ini. Pertama adalah Bank A yang masih berada di lingkup Universitas Gadjah Mada (UGM). Untuk mencairkan cek hanya dikenakan potongan Rp. 10.000 (harus menjadi nasabah dahulu). Customer Service bank kemudian menelepon atasannya, ternyata cek ini tidak bisa dicairkan dengan alasan Bank A tidak memiliki hubungan dengan bank dari Skotlandia ini, dan saya diarahkan untuk mencairkan ke BNI atau salah satu bank terkenal Indonesia.

Awal Desember 2014 saya membayar tagihan website di Bank B. Seusai transfer, saya tanyakan kepada teller bagaimana proses pencairan cek Bank X di Bank B dan dijawab pencairan cek harus memiliki rekening Bank B. Oke, karena ada keperluan lain, saya hanya bertanya sampai di situ. Saya punya pemikiran, mungkin di Bank C (unit syariah dari Bank B) bisa mencairkan cek ini.

Menjelang akhir tahun saya mantab ke Bank C yang dekat dengan kampus UGM, ternyata di komplek ini Bank C bersebelahan dengan Bank B. Masuk ke Bank C disambutlah saya dengan satpam yang mengatakan masih waktu istirahat, mungkin bisa ke Bank B di sebelah (satu komplek). Tapi saya katakan kalau ingin jadi nasabah syariah. Saya dipersilahkan menunggu 20 menit lagi, karena satu customer service cuti akhir tahun. Padahal saat itu menunjukkan jam 13.30 WIB, kok masih istirahat?

Mungkin karena wajah saya memelas, baru menunggu 10 menit saya dipanggil dan mengutarakan maksud kedatangan saya kepada CS. Dia tidak bisa menjawab kemudian masuk ke dalam (entah bicara dengan siapa). Saat kembali dia mengatakan di situ tidak bisa mencairkan cek, dan harus ke cabang utama Yogyakarta yang kantornya berada di salah satu jalan protokol Yogyakarta. Di cabang utama, juga menerima pembukaan rekening syariah.

Kenapa saya agak tertarik dengan Bank C? Teman saya berkata di Bank C tidak dikenakan biaya administrasi, jadi saya rela bolak-balik ke Bank B dan C.

Kemudian saya ke Bank B dan menunggu antrian, akhirnya saya dipanggil CS. Olala, untuk mencairkan cek ternyata harus menjadi nasabah selama enam bulan, proses pencairan sekitar dua bulan, dan kena biaya U$ 2,5!!! Lalu CS menyarankan ke bank lain yang ada di jalan yang sama. Tapi saya selalu malas ke sana karena antrian yang tidak manusiawi…. seperti mau beli tiket konser.

Saya memutuskan ke BNI saja (salah satu yang direkomendasikan Bank A). Di sepanjang jalan menuju BNI Cabang UGM saya melewati Bank D, tidak ada salahnya mampir untuk mencari tahu.

Kesalahan saya saat di Bank D adalah bertanya pada satpam apakah bisa mencairkan cek dari luar negeri? Satpam heran, memang ada cek dari luar negeri? Hmm, aneh tapi maklum karena dia bukan CS resmi. Dia berkata, “Coba saya tanyakan dulu saja, silahkan duduk.”

Sayapun duduk tanpa diberi nomor antrian. Lah 10 menit menunggu satpamnya kemana? Kok saya malah dicuekin? Saya langsung keluar dari Bank D dengan darah hangat, tidak sampai marah. Tapi peristiwa ini membuat saya memberi nilai buruk pada pelayanan Bank D.

Akhirnya saya ke BNI UGM yang ada di Jalan Persatuan Yogyakarta, oleh satpam saya diarahkan ke Transaksi Luar Negeri (?), tanpa nomor antri tapi harus menunggu 30 menit karena ada nasabah yang baru diproses. Di sini saya mendapat penjelasan bahwa BNI bisa mencairkan cek Bank X, namun harus menjadi nasabah BNI. Karena sudah sore dan saya capek, saya putuskan pulang. Esok hari baru saya ke BNI UGM lagi.

Tapi saya penasaran bagaimana dengan Bank E? Pada tanggal 24 Desember 2014 saya menuju ke Bank E yang terletak di depan supermarket lokal Yogyakarta. Seperti biasa saya katakan kepada satpam ingin membuka rekening. Saya ditanya macam-macam oleh CS sampai diminta KTP segala, padahal di bank lain tidak pernah diminta KTP. Kesimpulannya, Bank E tidak bisa mencairkan cek tapi CS ngeles, muter-muter tidak karuan. Di sebelah monitor komputer juga terdapat CCTV kecil yang mengarah pada wajah nasabah.

Proses Pencairan Cek di BNI
Tak perlu menjadi nasabah selama 6 bulan untuk mencairkan cek di BNI. Hari itu buat rekening baru, hari itu juga cek akan diproses.

Pada 24 Desember 2014 sore saya ke BNI Jalan Persatuan kembali untuk membuka rekening baru, karena saya belum pernah menjadi nasabah BNI. Selanjutnya saya ceritakan kepada CS sebelumnya sudah ke bagian luar negeri untuk mencairkan cek dan disarankan untuk membuat rekening BNI.

Mbak CS pun kemudian menawarkan dagangannya. Sempat kaget karena setoran pertama Tabungan Plus (Taplus) BNI minimal Rp. 500.000, padahal uang saya di kantong hanya Rp. 300.000. Kagetnya sebentar kok, karena dari rumah saya berniat untuk membuat rekening Tabunganku.

Ya, saya memilih Tabunganku karena bebas biaya administrasi, meskipun di BNI tidak mendapatkan fasilitas ATM (waktu itu). Toh tabungan ini hanya saya fungsikan untuk mencairkan cek saja.

Setoran awal Tabunganku BNI hanya Rp. 20.000 ditambah biaya materai Rp. 6.000. Capek juga mengisi banyak formulir, termasuk dari OJK. Formulir dari OJK ini penting karena menentukan apakah kita setuju jika kita akan dicecar dengan segala penawaran dari BNI dan rekanannya.

Saya diberi formulir setoran rekening. Mengisi nomor dan tanggal cek dari Bank X beserta nominalnya. Waktu itu jam 15.50 WIB tanggal 24 Desember 2014, karena setelah itu libur bersama, maka baru diproses tanggal 29 Desember 2014. Berita ini ditulis di formulir sehingga kita tahu prosesnya.

Formulir setoran rekening

Biaya Pencairan Cek
Di buku tabungan saya, tanggal 29 Desember 2014 didebet Rp. 20.000 sebagai administrasi pencairan cek Bank X. Cek cair dan masuk rekening pada tanggal 6 Januari 2015. Setoran awal saya hanya Rp. 44.000 karena Rp. 6.000 untuk membeli materai. Total saya hanya mengeluarkan uang Rp. 50.000.

Rekening tabungan.

Alhamdulillah akhirnya cek saya dari Bank X bisa cair. Menurut keterangan CS, masa expired cek adalah 70 hari sedangkan cek saya tertanggal 5 November 2014. Expired date 70 hari hanya berlaku di BNI atau bank lain juga sama? Saya kurang tahu pasti.

Kesimpulannya, pencairan cek dari luar negeri saya percayakan ke BNI. Pencairan cek harus dilakukan secepatnya agar tidak expired.


TAGS lomba blog


-

Author

Follow Me

Recent Post

Recent Comments