Belajar Mencaci dari Film

15 Apr 2015

Sudah nonton film Filosofi Kopi? Saya sudah, kebetulan ada yang memberi tiket di hari pertama pemutarannya (9 April) di Jogja. Agak sedikit mustahil kalau saya merelakan uang untuk menonton bioskop :mrgreen: saya suka nonton film, tapi hanya di televisi atau ada yang memberi tiket gratis.

 

Poster film.
Poster film.

Saya tidak nonton sendiri tapi ber-dua belas orang alias nonton bareng. Dapat tempat duduk nomor dua dari belakang, karena sudah beli tiket 5 jam sebelumnya :) Meskipun mbak penjaga loket mengatakan tiket telah habis, pada kenyataannya masih ada bangku kosong. Jika penonton dirapatkan, mungkin akan memenuhi satu sisi tempat duduk dari belakang sampai depan. Setahu saya, pada jam tersebut ruangan tidak dipesan event organizer alias penonton beli tiket sendiri-sendiri. Mungkin kebijakan bioskop seperti itu? Entahlah..

Film ini memiliki jalan cerita biasa saja, yang patut diacungi jempol adalah ide cerita tentang film kopi. Kayaknya film Indonesia belum pernah yang memilih tema ini.

Pengambilan gambar film ini menarik, salah satu contohnya ketika Ben dan Jody berbicara di Land Rover setelah keluar dari Rumah Sakit menjenguk suami Nana. Kameramen tidak statis, kamera bergerak kiri-kanan atas-bawah mengambil gambar kedua orang itu, sedangkan mobil dalam keadaan berhenti.

Ben dan Jody fasih mencaci dengan binatang dan kelamin, meskipun tidak dilakukan sepanjang film tapi cukup mudah dihafal penonton. Yang mengherankan adalah ketika keduanya mencaci, penonton malah ketawa. Apakah mencaci telah menjadi stereotip bangsa Indonesia?

Tak menutup kemungkinan para penonton termasuk anak-anak, akan membawa cacian di film ini dalam kehidupan sehari-hari.


TAGS sebal


-

Author

Follow Me

Recent Post

Recent Comments