Amburadulnya Berita di Media Satu Grup Korporasi

5 Dec 2014

Pagi tadi saya membaca Harian Tribun Jogja yang tertempel di dekat rumah. Selain berita lokal, hal menarik dari Harian Tribun Jogja adalah rubrik Teknologi. Menarik bukan dari beritanya yang up to date, tapi karena ingin membandingkannya dengan Tekno Kompas. Hampir setahun ini RT di wilayah saya berlangganan Tribun Jogja, selama itu pula rubrik Teknologi koran Tribun 99% copy paste dari Tekno Kompas. Judul yang menarik hari ini adalah “Line Tutup Banyak Aplikasi Games”.

copy-paste-media-massa-dari-media-online
Judul Rubrik Tribun Jogja 5/12/2014.

Biasanya sebelum naik cetak, Tribun Jogja sudah mempublikasikannya di website (Tribunnews). Benar juga setelah saya cari ternyata sudah publish tanggal 1 Desember 2014 dengan judul “Line Tutup Beberapa Layanan Game”. Semua kalimat yang digunakan sama persis, bahkan kesalahan penulisan “dmeikian” di paragraf kelima juga tidak diganti.

Parahnya lagi, seperti yang saya lingkari pada gambar atas. Bagaimana mungkin pembaca koran Tribun Jogja “mengunjungi tautan ini”? Mau pencet sampai kertas koran berlubang tidak akan bisa mendapatkan refund dari LINE. Apakah ini kebohongan publik?

Saya coba telusuri tulisan dari artikel online Tribunnews, ternyata sama! Dalam artikel online juga tidak ada link ke tautan LINE! Pembaca berita ini di Tribunnews pasti banyak yang bersungut-sungut, meskipun diklik sejuta kali pada tulisan “tautan ini” tetap tidak akan menuju url apa saja selama admin tidak mengisi url link tersebut.

Dari artikel di Techno Tribunnews online, larilah ke asal mula artikel ini di Tekno Kompas dengan judul “Beberapa Game Line Bakal Ditutup”. Bagaimana dengan isinya? Sama persis!! Hanya di Tekno Kompas editornya “agak” teliti sehingga kesalahan hanya pada kata “dmeikian” yang terdapat pada paragraf kelima.

Jika diurutkan dari sumber berita akan didapatkan seperti ini:

Berita resmi LINE - Tekno Kompas - Techno Tribun - Koran Tribun.

Sungguh mengecewakan, hanya untuk menghemat biaya (Tribun milik Kompas) orisinalitas berita dikorbankan. Bahkan mengedit tulisan pun tidak dilakukan. Sama halnya dengan sinetron Indonesia, kualitas nomor dua yang penting rating dan banyak iklan!!

Semoga blogger Indonesia tidak meniru hal ini, memalukan diri sendiri. Blog tidak akan dikunjungi karena dianggap plagiat dan tidak kreatif. Jadilah blogger yang berkualitas yang penuh kreativitas.


TAGS sebal


-

Author

Follow Me

Recent Post

Recent Comments